Oleh Abdul Rahman Saleh
Dua hari yang seharusnya biasa
saja berubah menjadi perjalanan batin penuh godaan. Dalam kesunyian kota asing,
dua orang yang terdampar karena salah jadwal lokakarya menemukan kehangatan
yang tak seharusnya ada. Genggaman tangan, tawa ringan, dan mata yang enggan
berpaling — semua mengarah pada batas yang tidak boleh dilanggar.
"Cinta Sekejap di Lokakarya" adalah kisah tentang bagaimana
perasaan harus dikalahkan sebelum berubah menjadi luka, tentang setia pada
janji meski dunia menawarkan sejenak pelarian.
Silakan klik di sini untuk membaca cerita lengkapnya

