Kamis, 02 April 2026

Sepiring Nasi dan Harga Diri (Cerpen)

 

Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT

Abdul R Saleh

Warung kecil itu bukan benar-benar warung. Ia adalah rumah tinggal yang sebagian ruangannya dijadikan warung.  Beratap seng yang kalau hujan berbunyi seperti ribuan kenangan jatuh bersamaan. Meja-mejanya tak seragam, kursinya ada yang pincang, dan dindingnya dipenuhi bekas asap masakan yang tak pernah benar-benar hilang.

Untuk lanjut membaca cerpen ini silakan Klik di sini

Rabu, 01 April 2026

Setitik Garam dalam Samudera Literasi: Memoar Sang Pioner SIPISIS

Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT

Abdul R Saleh

Obsesi sering kali lahir dari sebuah perjalanan jauh. Bagi saya, obsesi itu dimulai di musim semi tahun 1984, di sebuah sudut Perpustakaan Faculty of Engineering, University of Wisconsin, Madison, Amerika Serikat. Saat itu, saya dikirim untuk mengikuti pelatihan singkat (short-term training) selama tiga bulan. Tugas saya sederhana namun berat bagi orang yang terbiasa dengan kertas dan tinta: mengenal komputer.


Untuk terus membaca cerita ini silakan Klik di sini

Rumah yang Dijual (Cerpen)

 

Ilustrasi dengan bantuan ChatGPT

Abdul R Saleh

Papan itu berdiri agak miring di halaman depan.

Tulisan “DIJUAL” yang dulu dicat tebal kini mulai mengelupas, dimakan panas dan hujan.

Aku sering berdiri di balik jendela, memandang papan itu seperti memandang seseorang yang tak benar-benar kukenal.
Kadang aku bertanya dalam hati—siapa sebenarnya yang ingin menjual rumah ini?

Untuk melanjutkan membaca silakan Klik di sini

Senin, 30 Maret 2026

Pelan-Pelan Dilupakan (Cerpen)

 

Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT

Abdul R Saleh

Pagi datang seperti biasa, tanpa gegap, tanpa janji apa pun. Cahaya matahari merayap pelan melalui celah tirai, jatuh di atas meja kerja yang dipenuhi buku, kertas, dan catatan-catatan yang tak lagi muda. Segalanya tampak diam, seolah waktu sengaja berjalan lebih lambat di ruangan ini.

Aku duduk di kursi yang sama, seperti hari-hari sebelumnya. Menyalakan laptop dengan gerakan yang nyaris ritual. Tidak tergesa, tetapi juga tidak benar-benar santai. Ada sesuatu yang kutunggu, meski aku tak pernah benar-benar mengakuinya.

Untuk terus mambaca silakan klik di sini

Jumat, 27 Maret 2026

Sawah, Kepodang, dan Janji yang Retak (Cerpen)

 


Abdul Rahman Saleh

Siang itu panas seperti ditumpahkan dari tungku. Terik tidak lagi sekadar panas, melainkan sesuatu yang menekan—diam-diam, lama, dan merayap sampai ke dalam dada. Angin berhenti pada niatnya sendiri. Daun-daun menggantung tanpa suara. Bahkan bayangan pun tampak enggan berpindah.

Dari rumpun bambu di belakang rumah, seekor kepodang memecah sunyi. Suaranya panjang, melengking, seperti keluhan yang tak selesai.

Panas… panas…


Klik di sini untuk membaca terus

Kamis, 26 Februari 2026

Kita yang Terlambat (Cerpen)

 


Kita yang Terlambat

Cerpen Abdul R Saleh

 Aku bertemu lagi denganmu pada sebuah sore yang tak berniat menjadi istimewa.

Langit sedang redup, seperti menahan hujan yang tak jadi turun. Aku berdiri di peron stasiun, memeluk tas kerja dan kelelahan yang belum sempat kutaruh di rumah. Kereta tujuan Jakarta terlambat tiga puluh menit. Orang-orang mengeluh pelan. Anak kecil menangis. Seorang ibu menawari gorengan yang mulai dingin.

Klik di sini untuk baca terus membaca


Minggu, 21 Desember 2025

Jembatan yang tak Pernah Selesai Dilalui (Cerpen)

 Oleh Abdul Rahman Saleh


Disclaimer:

Cerita ini ditulis berdasarkan cerita Usman (alm.), kakak ipar penulis, yang pernah diceritakan kepada penulis. Namun penulis menceritakannya kembali menjadi cerita horor. Usman yang menjadi tokoh dalam cerita ini bukan Usman yang bercerita kepada penulis, melainkan Usman tokoh fiktif.

___________

Bagian I — Keluarga Penjaga

Keluarga Usman sudah tinggal di kampung itu, Bojong Neros yang dikenal dengan nama Bone, jauh sebelum rel kereta membelah tanah mereka.

Untuk meneruskan membaca, sila klik tautan di sini.



Sepiring Nasi dan Harga Diri (Cerpen)

  Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT Abdul R Saleh Warung kecil itu bukan benar-benar warung. Ia adalah rumah tinggal yang sebagian r...