Cerpen Abdul Rahman Saleh
Sejak kelas sepuluh, Novi dan Bobi adalah definisi dari kemalangan
yang diromantisasi. Mereka tak terpisahkan—atau lebih tepatnya, Novi tak
terpisahkan dari misi hidupnya untuk mengabdi kepada Bobi.
Terminal novel adalah tempat saya berkreasi dengan menulis cerpen/novel. Anda boleh membaca dan mengunduh cerpen/novel saya dalam format pdf. Sebagian besar gratis. Tapi jika anda mau berbagi silakan donasikan sekedarnya ke rekening penulis di BNI dengan norek 0002942133. Hanya untuk sekedar penyemangat untuk tetap menulis. Terima kasih.
Cerpen Abdul Rahman Saleh
Sejak kelas sepuluh, Novi dan Bobi adalah definisi dari kemalangan
yang diromantisasi. Mereka tak terpisahkan—atau lebih tepatnya, Novi tak
terpisahkan dari misi hidupnya untuk mengabdi kepada Bobi.
Disclamer: Cerita ini hanya fiktif belaka. Mungkin ada sedikit kejadian yang mirip, nama yang mirip, atau lokasi yang digunakan oleh cerita ini sama. Semua kemiripan itu hanya kebetulan saja. Tidak ada maksud penulis untuk mengeksploitasinya.
RINGKASAN CERITA
CINTA
MONYET AYU UTAMI
(sebuah
novelet)
Tami, siswi kelas VII SMPN 1 Bangkalan, diam-diam saling
menaruh perhatian dengan kakak kelas bernama Muhamad Machfud. Mereka berdua
memulai hubungan surat-menyurat yang manis dan polos. Arman Abdullah, teman
sebangku Tami, menjadi kurir surat mereka, namun diam-diam menaruh rasa pada
Tami. Karena cemburu, Arman mulai membaca surat-surat itu dan kadang menunda
mengirimkannya.
Belakangan Arman mengetahui bahwa Machfud bukan anak pemalu
seperti yang terlihat, melainkan playboy yang berpacaran dengan banyak gadis.
Tami menolak percaya, sampai dua pacar Machfud bertengkar di sekolah. Tami
akhirnya bersyukur Arman membuat jarak, karena ia terhindar dari patah hati
yang lebih besar. Tami memaafkannya, dan mereka tetap sahabat.
Memasuki SMA, Arman dan Tami makin jarang bertemu. Setelah
lulus, Arman kuliah di Jurusan Komunikasi UI, sementara Tami yang pintar justru
tidak bisa melanjutkan studi karena dijodohkan dengan kerabat keluarga. Ketika
ia sedang mempersiapkan tes masuk Unair, utusan keluarga datang dan meminta
taaruf. Tami tidak bisa menolak; seminggu kemudian ia dilamar dan dibawa
suaminya, Hamdani, ke Jakarta.
Komunikasi Tami dengan sahabat-sahabatnya terputus selama
bertahun-tahun. Arman dan Diana berusaha mencarinya, tetapi alamatnya tidak
pernah jelas. Bertahun-tahun kemudian, Arman yang bekerja sebagai penyuluh
sosial mendapat tugas ke Ciganjur, Jakarta Selatan. Di sebuah pertemuan ibu-ibu
PKK, ia tak sengaja bertemu Tami yang sekarang dikenal sebagai Bu Ayu.
Pertemuan itu penuh haru, dan akhirnya Tami memberi alamat rumahnya.
Di reuni SMA tahun berikutnya, Tami hadir bersama Arman dan
Diana. Kepada Diana, Tami akhirnya menceritakan masa-masa kelam ketika ia
dijodohkan dan dibawa ke Jakarta. Suaminya sebenarnya baik, tetapi sangat
sibuk, sehingga Tami sering merasa kesepian dan tidak punya tempat curhat.
Suatu hari, Tami memberi Arman surat lama yang dulu ia
simpan saat SMP—surat berisi kebingungan tentang sikap Arman terhadap
kedekatannya dengan Machfud. Arman pun jujur tentang rasa cemburunya di masa
lalu. Mereka saling memaafkan sepenuh hati, tanpa rasa ingin memiliki.
Akhirnya mereka menyadari bahwa tidak semua
orang yang pernah dekat perlu menjadi pasangan. Beberapa hubungan ditakdirkan
menjadi persahabatan yang tidak pudar oleh waktu. Cerita selesai dengan tiga
sahabat—Arman, Tami, dan Diana—yang tetap saling menjaga, meski berjalan di
jalan hidup masing-masing.
Klik di sini untuk membaca novelet lengkapnya
Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT Abdul R Saleh Warung kecil itu bukan benar-benar warung. Ia adalah rumah tinggal yang sebagian r...