Kamis, 26 Februari 2026

Kita yang Terlambat (Cerpen)

 


Kita yang Terlambat

Cerpen Abdul R Saleh

 Aku bertemu lagi denganmu pada sebuah sore yang tak berniat menjadi istimewa.

Langit sedang redup, seperti menahan hujan yang tak jadi turun. Aku berdiri di peron stasiun, memeluk tas kerja dan kelelahan yang belum sempat kutaruh di rumah. Kereta tujuan Jakarta terlambat tiga puluh menit. Orang-orang mengeluh pelan. Anak kecil menangis. Seorang ibu menawari gorengan yang mulai dingin.

Klik di sini untuk baca terus membaca


Naik Haji

Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT Abdul Rahman Saleh Pagi di Kampung Betager selalu dimulai dengan suara timba beradu dengan bibir sum...