Oleh: Abdul Rahman Saleh
Siang itu matahari
menggantung tepat di atas kepala saat aku dipanggil masuk ke ruang Kepala
Perpustakaan. Ruangan itu berpendingin, tapi tetap terasa tegang. Kepala—begitu
kami memanggilnya, meskipun namanya Pak Budi—langsung menyodorkan selembar
surat sambil berkata tanpa banyak basa-basi, “Lukman, kamu ikut seminar ini
ya.”
Untuk membaca terus silakan klik di sini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar