Rabu, 06 Agustus 2025

Di Balik Kabut Bandungan - Cerpen

Abdul Rahman Saleh

Bandungan, kota kecil di lereng gunung itu, selalu berkabut setiap pagi. Dingin yang menusuk tulang seakan memaksa siapa pun untuk lebih lama berselimut. Tapi aku sudah terbiasa. Kamar kosku sempit, lembap, dan cat temboknya mulai mengelupas. Bau tembakau dari kamar sebelah kadang menyelinap masuk lewat celah jendela kayu. Kos ini tidak istimewa, tapi cukup untuk anak SMA perantauan sepertiku—yang penting bayar tepat waktu, begitu kata Bu Rini, si pemilik kos yang lebih tertarik pada amplop bulanan ketimbang kelakuan penghuninya. 

Klik disini untuk membaca lanjutannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sepiring Nasi dan Harga Diri (Cerpen)

  Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT Abdul R Saleh Warung kecil itu bukan benar-benar warung. Ia adalah rumah tinggal yang sebagian r...