Oleh Abdul Rahman Saleh
Hujan Desember malam itu jatuh seperti tirai panjang yang menutupi seluruh dunia. Dedaunan gemetar diterpa angin, aroma tanah basah naik dari halaman, dan lampu-lampu jalan memantulkan kilau yang tidak pernah membuatku setenang dulu. Mungkin karena malam ini aku datang ke tempat yang dulu kupanggil rumah, tapi kini terasa seperti sebuah ruang yang tak lagi mempersilakan aku masuk.
Kalau tertarik, Anda bisa lanjutkan membaca dengan men"klik" di sini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar