Jumat, 10 April 2026

Purnama di Malam Pertama

 


Abdul Rahman Saleh

Malam itu, purnama bertahta di singgasana langit, menumpahkan cahaya peraknya yang memukau, mengubah dunia menjadi lukisan bisu yang agung. Resepsi pernikahanku baru saja usai, dan hiruk-pikuk kebahagiaan perlahan mereda. Satu per satu kursi-kursi ditumpuk, piring-piring dikumpulkan, dan tawa yang tadi memenuhi halaman rumah keluarga Tini kini hanya tinggal gema samar yang mengendap di udara malam.

Untuk lanjut membaca silakan Klik di sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Purnama di Malam Pertama

  Abdul Rahman Saleh Malam itu, purnama bertahta di singgasana langit, menumpahkan cahaya peraknya yang memukau, mengubah dunia menjadi lu...