Senin, 30 Maret 2026

Pelan-Pelan Dilupakan (Cerpen)

 

Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT

Abdul R Saleh

Pagi datang seperti biasa, tanpa gegap, tanpa janji apa pun. Cahaya matahari merayap pelan melalui celah tirai, jatuh di atas meja kerja yang dipenuhi buku, kertas, dan catatan-catatan yang tak lagi muda. Segalanya tampak diam, seolah waktu sengaja berjalan lebih lambat di ruangan ini.

Aku duduk di kursi yang sama, seperti hari-hari sebelumnya. Menyalakan laptop dengan gerakan yang nyaris ritual. Tidak tergesa, tetapi juga tidak benar-benar santai. Ada sesuatu yang kutunggu, meski aku tak pernah benar-benar mengakuinya.

Untuk terus mambaca silakan klik di sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sepiring Nasi dan Harga Diri (Cerpen)

  Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT Abdul R Saleh Warung kecil itu bukan benar-benar warung. Ia adalah rumah tinggal yang sebagian r...