Abdul R Saleh
Pagi datang seperti biasa, tanpa gegap, tanpa janji apa pun.
Cahaya matahari merayap pelan melalui celah tirai, jatuh di atas meja kerja
yang dipenuhi buku, kertas, dan catatan-catatan yang tak lagi muda. Segalanya
tampak diam, seolah waktu sengaja berjalan lebih lambat di ruangan ini.
Aku duduk di kursi yang sama, seperti hari-hari sebelumnya.
Menyalakan laptop dengan gerakan yang nyaris ritual. Tidak tergesa, tetapi juga
tidak benar-benar santai. Ada sesuatu yang kutunggu, meski aku tak pernah
benar-benar mengakuinya.

