Abdul R Saleh
Papan itu berdiri agak miring di halaman depan.
Tulisan “DIJUAL” yang dulu dicat tebal kini mulai mengelupas, dimakan panas dan
hujan.
Aku sering berdiri di balik jendela, memandang papan itu
seperti memandang seseorang yang tak benar-benar kukenal.
Kadang aku bertanya dalam hati—siapa sebenarnya yang ingin menjual rumah ini?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar