Abdul Rahman Saleh
Liburan panjang hampir usai. Aku bersiap kembali ke kampus.
Tak banyak yang kubawa—hanya satu ransel besar dan sebuah dus kecil berisi
oleh-oleh.
Sebelum berangkat, aku meminta Ibu membelikan sesuatu yang khas kampung.
Sekadar buah tangan, meski tak ada yang istimewa. Ibu memilih keripik singkong
dan dodol pisang buatan tetangga. Sederhana, tapi cukup membawa aroma rumah ke
perantauan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar