Senin, 18 Agustus 2025

Perjuangan - Cerpen

 


Oleh Abdul Rahman Saleh

Perpustakaan sore itu begitu hening, tapi kepalaku justru riuh. Jari-jariku tak berhenti mengetuk meja kayu yang kusam, seolah ikut menghitung detak panik di dadaku. Di layar ponsel, daftar nilai semester ini terpampang jelas: dua mata kuliah harus kuulang. Dua. Sesuatu di mataku terasa panas—antara lelah dan kecewa.

Klik di sini untuk melanjutkan baca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Naik Haji

Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT Abdul Rahman Saleh Pagi di Kampung Betager selalu dimulai dengan suara timba beradu dengan bibir sum...