Oleh Abdul Rahman Saleh
Tini manis, sopan, dan senyumnya seperti tak pernah kehabisan tenaga. Pagi-pagi, dari teras rumahnya dia sering melambaikan tangan sambil menyapa. “Pagi, Mas Arman. Sudah sarapan belum?”Aku biasanya cuma mengangguk singkat.
Terminal novel adalah tempat saya berkreasi dengan menulis cerpen/novel. Anda boleh membaca dan mengunduh cerpen/novel saya dalam format pdf. Sebagian besar gratis. Tapi jika anda mau berbagi silakan donasikan sekedarnya ke rekening penulis di BNI dengan norek 0002942133. Hanya untuk sekedar penyemangat untuk tetap menulis. Terima kasih.
Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT Abdul R Saleh Warung kecil itu bukan benar-benar warung. Ia adalah rumah tinggal yang sebagian r...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar