Oleh Abdul Rahman Saleh
Siang itu udara seperti bara. Matahari membakar jalan
beraspal hingga tampak berkilau seperti mendidih. Debu beterbangan setiap kali
angin kecil lewat. Beruntung rumah kos Arman dipagari pepohonan rindang,
sehingga hawa panas agak mereda begitu ia masuk.
Untuk melanjutkan membaca silakan klik di sini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar