Minggu, 28 September 2025

Cahaya yang Tak Terjangkau (Cerpen)

Oleh Abdul Rahman Saleh

Siang itu udara seperti bara. Matahari membakar jalan beraspal hingga tampak berkilau seperti mendidih. Debu beterbangan setiap kali angin kecil lewat. Beruntung rumah kos Arman dipagari pepohonan rindang, sehingga hawa panas agak mereda begitu ia masuk.

Untuk melanjutkan membaca silakan klik di sini


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Naik Haji

Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT Abdul Rahman Saleh Pagi di Kampung Betager selalu dimulai dengan suara timba beradu dengan bibir sum...