Sabtu, 27 September 2025

Hanya untuk Dikenang (Cerpen)

Oleh Abdul Rahman Saleh

Sebuah perpisahan kecil di akhir SMA membawa Arman pada kenangan yang tak lekang. Surat-surat beramplop merah muda dari Sufi—teman belajar yang diam-diam mengisi ruang hatinya—menjadi penghibur di tengah hiruk pikuk kehidupan kampus. Namun kebahagiaan itu berakhir ketika sebuah surat terakhir datang, menutup pintu harapan yang pernah ia jaga.

Bertahun-tahun kemudian, reuni mempertemukan mereka kembali. Hanya sekelebat tatapan, hanya sapaan singkat, sebelum keduanya kembali pada jalan masing-masing. Dan Arman sadar, ada cinta yang memang tidak untuk dimiliki… hanya untuk dikenang.

Untuk membaca cerpen lengkapnya klik di sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Naik Haji

Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT Abdul Rahman Saleh Pagi di Kampung Betager selalu dimulai dengan suara timba beradu dengan bibir sum...