Selasa, 14 April 2026

Doa yang Tertinggal di Dapur (Cerpen)

 

Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT

Abdul Rahman Saleh

“Yu, kamu jangan sombong!”

Suara itu memecah pagi seperti piring yang dijatuhkan dengan sengaja. Aku yang sedang duduk di sudut ruang tamu tersentak. Dari dapur, suara perempuan itu terus mengalir—tajam, keras, tanpa jeda.

“Rumah kamu saja seperti kandang ayam, kok sok mau menguliahkan anak. Lihat aku! Hartaku tidak akan habis tujuh turunan. Anakku tidak perlu kuliah!”

Untuk melanjutkan membaca silakan Klik di sini


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Naik Haji

Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT Abdul Rahman Saleh Pagi di Kampung Betager selalu dimulai dengan suara timba beradu dengan bibir sum...